Bantahan Tuntas: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi, Justru Diperkuat Lewat Revitalisasi Sekolah – Jakarta – Isu pemangkasan anggaran pendidikan demi program prioritas lain, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), terus berhembus di tengah masyarakat. Namun, pemerintah secara terbuka dan berulang kali membantah narasi tersebut. Justru, berbagai bukti di lapangan menunjukkan bahwa anggaran pendidikan tidak hanya dipertahankan, tetapi diperkuat melalui program revitalisasi sekolah masif yang tengah berjalan.
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada pengurangan anggaran di sektor pendidikan. Komitmen ini dibuktikan dengan keberlanjutan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II.
“Dengan berjalannya PHTC Revitalisasi Sekolah dan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan terhadap anggaran pendidikan. Justru hal ini membuktikan anggaran di sektor pendidikan semakin diperkuat,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (25/3/2026) .
Fakta di Lapangan: Revitalisasi Sekolah Masif dan Terukur
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti juga angkat bicara. Ia menegaskan bahwa klaim pengurangan anggaran tidak berdasar karena tidak sesuai dengan fakta dan data yang ada di lapangan.
“Kalau ada yang mengatakan anggaran pendidikan dikurangi untuk MBG, itu adalah pernyataan yang tidak ada fakta dan datanya,” tegas Mu’ti .
Sebaliknya, kata Mu’ti, justru komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pendidikan sangat kuat. Hal ini dibuktikan dengan berjalannya tiga program besar secara simultan: MBG, Revitalisasi Sekolah, dan Digitalisasi.
“Justru komitmen Bapak Presiden tetap kuat untuk bagaimana pendidikan mahjong ini maju, MBG jalan terus, revitalisasi jalan terus, dan digitalisasi juga jalan terus,” ujar Mu’ti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026) .
Berikut adalah data konkret yang menunjukkan penguatan anggaran melalui revitalisasi:
| Indikator | Target / Realisasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Target Revitalisasi 2026 | 71.744 satuan pendidikan | Prioritas: daerah 3T, terdampak bencana, dan rusak berat |
| Target Tambahan dari Presiden | +60.000 sekolah | Arahan langsung Presiden Prabowo untuk mempercepat pemerataan |
| Realisasi Revitalisasi 2025 | 16.167 satuan pendidikan | Melampaui target awal 10.000 sekolah |
| Realisasi Revitalisasi 2025 (per 11 Maret) | 16.062 sekolah selesai | Hanya 105 sekolah masih dalam proses |
| Penyerapan Tenaga Kerja 2025 | 250.000 pekerja | Program revitalisasi juga berdampak ekonomi lokal |
| Proyeksi Penyerapan 2026 | 710.000 pekerja | Jika target 71.744 sekolah tercapai |
Revitalisasi Tidak Hanya Bangun Fisik, Tapi Hidupkan Ekonomi
Program revitalisasi yang digalakkan pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik seperti ruang kelas, toilet, dan laboratorium. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Melalui skema swakelola, pelaksanaan revitalisasi melibatkan langsung tenaga kerja lokal dan pembelian material dari toko-toko sekitar. Hal ini secara nyata menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
“Implementasi swakelola membuat program ini lebih efektif, lebih cepat, dan lebih ekonomis, sekaligus meningkatkan kualitas bangunan,” jelas Menteri Mu’ti dalam kunjungannya ke Sorong, Papua Barat Daya .
Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, A. H. P. Ompusunggu, mengaku merasakan langsung manfaatnya. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital,” ungkapnya .
Prioritas 3T dan Indonesia Timur
Komitmen penguatan anggaran juga terlihat dari fokus pemerintah pada daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta kawasan Indonesia Timur. Pemerataan akses pendidikan berkualitas menjadi fokus utama.
“Kami berkomitmen untuk bagaimana kesenjangan pendidikan itu dapat slot bonus kami atasi secara bertahap dengan prioritas pada daerah-daerah 3T. Sehingga karena itu, kalau ada usulan-usulan unit sekolah baru di Indonesia Timur atau daerah 3T yang lainnya, kami akan berikan prioritas untuk tahun 2026 ini,” ujar Abdul Mu’ti .
Bukti nyata komitmen ini terlihat di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pada tahun 2025, revitalisasi di Kota Sorong menjangkau 12 sekolah dengan anggaran Rp4,9 miliar, sementara di Kabupaten Sorong, 15 sekolah menerima bantuan hingga Rp22 miliar . Program ini berlanjut di tahun 2026 dengan alokasi tambahan.
Digitalisasi Jalan Beriringan
Selain membangun fisik sekolah, penguatan anggaran juga diarahkan pada akselerasi digitalisasi pembelajaran. Target ambisius tahun 2026 mencakup distribusi perangkat digital ke 288.865 lembaga pendidikan .
Fasilitas yang diberikan meliputi Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP), laptop, media penyimpanan eksternal, hingga akses internet satelit dan panel surya untuk daerah terpencil. Bahkan, papan interaktif digital telah dikirim dengan perahu ke sekolah-sekolah terpencil di Papua, membuktikan bahwa upaya digitalisasi menjangkau seluruh pelosok negeri .